Sugeng Tindak, Mas Jeki

Siang ini saya menerima kabar duka dari kampung. Mas Jeki, sosok pria paruh baya tetangga dekat rumah di kampung, pulang ke rumah penciptanya. Ia menyusul sang adik, yang semasa hidup akrab dipanggil Gimbik oleh teman-temannya termasuk saya, yang sudah berangkat duluan hampir 12 tahun lalu. Mas Jeki meninggal di perantauan, di Pekanbaru-Riau. Yang saya ketahui tentang penyebab kematiannya, entah sakit, kecelakaan, atau sebab yang lain, hampir nihil. Yang jelas saya tidak bisa membayangkan betapa remuk perasaan Mbah Jum, sang ibu, dengan kehilangan ini. Seperti kata Theoden di atas makam Theodred (LOTR-The Two Towers), “No parents should have to bury their child.” It’s truth, an eternal truth. Dan tak hanya sekali, Mbah Jum menguburkan anaknya dua kali. Kepergian Mas Jeki juga membuat tidak ada lagi laki-laki yang tersisa di keluarga itu karena suami Mbah Jum, Mbah Ngatiman, sudah berpulang sejak lama, awal 90-an kalau tidak salah.

Sugeng tindak, Mas Jeki. Pada akhirnya, saya hanya bisa mendoakan semoga kau beroleh damai abadi di rumah penciptamu, berkumpul kembali bersama bapak dan adikmu yang telah menunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s